EcoStory

Mengapa Pemuda Papua Perlu Meneliti Tanah Papua?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Citra tentang Tanah Papua sebagai wilayah dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah telah dikenal di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Banyak cerita, publikasi, riset, maupun karya visual telah merekam ragam ekosistem dan tradisi tentang Tanah Papua. 

Kekayaan sumber daya di Papua juga membangkitkan ketertarikan banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk datang dan melihatnya secara langsung. Bahkan sebagian di antara mereka melakukan eksploitasi fisik dengan merambah hutan dan mengambil sumber daya lautan. Sebagian yang lain melakukan penelitian tentang sumber daya alam maupun sosial budaya masyarakat Papua. 

Namun, alih-alih dikembalikan kepada orang lokal, hasil penelitian dibawa keluar dari Tanah Papua. Akibatnya, masyarakat Papua tidak dapat menyimak, memberikan umpan balik, menerima manfaat, ataupun mendapatkan masukan positif dari kegiatan penelitian yang dilakukan di wilayah mereka.

Baca Juga: Kajian Ilmiah Landasan Pembangunan Papua Barat

Di lain pihak, masyarakat Papua, khususnya para pemuda, belum memiliki ketertarikan yang tinggi untuk meneliti wilayahnya sendiri. Padahal, partisipasi pemuda Papua dalam penelitian tentang Tanah Papua penting untuk memberikan sudut pandang dan keterwakilan masyarakat lokal. Partisipasi mereka juga dapat membantu proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan untuk kehidupan masyarakat Papua yang lebih sejahtera, serta lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Pemuda Papua memiliki peran besar untuk mempelajari dan mengembangkan solusi atas permasalahan di Tanah Papua. Dengan kegiatan penelitian, generasi muda Papua dapat mengembangkan kemampuan kritisnya, membantu mengidentifikasi masalah, dan menganalisis kondisi terkini di wilayah Papua.

Sejalan dengan urgensi tersebut, Yayasan EcoNusa sebagai organisasi nirlaba berkeinginan membantu memperkuat inisiatif-inisiatif lokal untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan, terutama di kawasan Indonesia Timur. Yayasan EcoNusa juga memberikan dukungan khusus kepada kaum muda untuk menjadi inisiator perubahan, salah satunya melalui kegiatan penelitian. 

Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat yang memiliki visi untuk mewujudkan masyarakat maju dan sejahtera berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari sinilah, lahir inisiatif program kompetisi penelitian Ilmuwan Muda Papua (IMP) yang telah berlangsung sejak 2020 lalu.

Berangkat dari keinginan untuk menghasilkan penelitian tentang Tanah Papua oleh generasi muda Papua, program IMP diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengeksplorasi potensi yang dimiliki Tanah Papua, sekaligus mengembangkan potensi diri pemuda Papua sebagai peneliti yang andal. Anak muda Papua diharapkan dapat menghasilkan penelitian reflektif dan berkualitas untuk menjadi basis dari perumusan dan advokasi kebijakan, serta inovasi sumber daya di Tanah Papua. Dengan begitu, semakin banyak pemuda Papua yang terpicu untuk membangun ketertarikan di bidang penelitian, mengembangkan kemampuan risetnya, dan menyuarakan hasil penelitiannya di tingkat yang lebih luas.

Baca Juga: Mengembalikan Hutan Papua Barat kepada Pemiliknya

Pada tahun ini, program kompetisi Ilmuwan Muda Papua mengusung tema “Mengelola Sumber Daya Alam dan Budaya di Tanah Papua”, dengan topik-topik:

  • Konservasi Hutan dan Laut
  • Dampak dan Solusi Krisis Iklim
  • Komunikasi dan Edukasi Lingkungan
  • Pemanfaatan Hutan dan Laut oleh Masyarakat Adat, Perempuan, dan Kaum Muda

Lokasi penelitian dilakukan oleh peserta di seluruh wilayah Tanah Papua. Prioritasnya wilayah di Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Maybrat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Jayapura, serta Kabupaten Merauke.

Peserta yang terpilih dengan proposal penelitian yang menarik berkesempatan mengikuti pelatihan (bootcamp), mendapatkan pembinaan (coaching) dari pakar dan supervisor penelitian, mengikuti seminar komunikasi ilmiah, mempublikasikan hasil penelitian, dan mendapatkan pendanaan untuk melaksanakan penelitian.

Tertarik untuk menjadi Ilmuwan Muda Papua? Simak informasi lengkap tentang kompetisi Ilmuwan Muda Papua 2021 di sini, dan daftarkan dirimu di sini sebelum 31 Juli 2021.

Mari berkontribusi untuk Tanah Papua dengan menjadi Ilmuwan Muda Papua!


Editor: Nur Alfiyah & Leo Wahyudi

EcoBlogs Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved