EcoStory

Simulasi Penanganan Covid-19 di Pulau Hatta

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Tim medis EcoNusa mempraktekkan simulasi evakuasi pasien Covid-19 di Pulau Hatta. (Doc. EcoNusa/David Hermanjaya)

Dalam rangkaian kegiatan Ekspedisi Maluku pada November 2020, tim medis Ekspedisi Maluku EcoNusa menggelar simulasi Covid-19 di Pulau Hatta, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Simulasi ini melibatkan tim medis di Puskesmas Pembantu (Pustu) dan juga masyarakat umum di pulau setempat.

Kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat mengetahui teknis evakuasi pasien terpapar Covid-19 ke speedboat dengan benar. Selain itu, simulasi yang dilakukan tim medis EcoNusa ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait dampak dari penularan virus Sars Cov-2.

Dokter Syaiful Islam mengatakan, simulasi atau uji coba yang dilakukan itu dimaksudkan agar masyarakat dan tim medis di Pulau Hatta mengetahui cara menangani pasien yang telah terkonfirmasi Covid-19. 

“Kebetulan yang menjadi kendala (evakuasi pasien terpapar Covid-19) biasanya memang masyarakat yang hidup di pulau-pulau atau wilayah terpencil. Karena  untuk mengakomodasi menuju fasilitas kesehatan yang memadai agak sulit,” kata Syaiful.

Untuk itulah, tim medis EcoNusa membagi pengalaman kepada masyarakat cara mengevakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan tindakan yang benar sesuai protokol kesehatan.

Simulasi yang dilakukan mengilustrasikan penggunaan perlengkapan Covid-19, seperti Alat Pelindung Diri (APD). Simulasi melibatkan masyarakat umum, tenaga medis dan keluarga pasien.

Tim medis juga berbagi pengetahuan tentang rasa kekeluargaan yang tidak boleh hilang di masa pandemi. Partisipasi dari semua elemen masyarakat untuk saling peduli amat dibutuhkan untuk menghadapi situasi pandemi yang hingga kini nampak belum juga membaik

“Maksud dari kegiatan ini selain bisa memberikan pengetahuan, juga mengajak masyarakat untuk saling tolong-menolong, agar kita semua bisa melewati pandemi ini,” imbuhnya.

Senada dengan Syaiful Islam, CEO EcoNusa Foundation, Bustar Maitar menjelaskan, pihaknya melakukan simulasi penanganan pasien covid di pulau-pulau kecil karena masyarakat di wilayah tersebut memang jauh dari fasilitas kesehatan. Tenaga kesehatan di pulau kecil seperti di Pulau Hatta juga sangat terbatas.

Berangkat dari itulah, menurut Bustar, EcoNusa merasa perlu untuk membagikan pengetahuan kepada masyarakat agar dapat mengevakuasi dengan mengikuti standar yang dibuat WHO dan pemerintah jika terjadi kasus Covid-19 di kampungnya.

“Dengan begitu, jika ditemukan adanya kasus Covid-19 setelah tes cepat atau ada gejala, sudah pasti kan harus dilakukan isolasi dulu,” jelas Bustar.

Rata-rata perkampungan di Kepulauan Maluku yang dikunjungi tim EcoNusa sudah mempunyai ruang isolasi. Namun, kendala masih ada ketika terjadi kasus Covid-19 yang gejalanya cukup parah sehingga memerlukan evakuasi ke Puskesmas atau Rumah Sakit Umum (RSU) yang memiliki fasilitas dan tenaga kesehatan handal untuk menangani pasien.

“Kita bersama masyarakat melakukan uji coba itu (evakuasi Covid-19), tentu dengan menggunakan APD yang lengkap sehingga tidak tertular. Kita buat skenarionya pasien dibawa ke boat, lalu ditransfer ke rumah sakit terdekat,” tambah Bustar.

Selain mengadakan simulasi penanganan pasien Covid-19, EcoNusa juga memberikan dukungan alat kesehatan berupa APD, alat tes cepat, sarung tangan serta masker medis. Alat tersebut menjadi bekal masyarakat dan tim medis di pulau-pulau kecil di Maluku untuk menghadapi kemungkinan adanya kasus Covid-19 yang memerlukan tindakan evakuasi.

Editor: V. Arnila Wulandani & Leo Wahyudi 

EcoBlogs Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved