EcoStory

Daun Kaskado, Tanaman Tradisional Papua Berkhasiat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Daun kaskado dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit (gambar: greeners)

Ada sekiranya 20.000 spesies tanaman yang berasal dari Papua dan memiliki manfaat sebagai tanaman obat tradisional, salah satunya adalah tanaman ketepeng cina (Cassia alata L. sin.) atau dalam penamaan lokal Papua disebut ‘daun kaskado’. Tanaman ini menyebar luas di wilayah dataran rendah Papua.

Oleh masyarakat Papua tanaman ini dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit, terutama yang disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei atau penyakit kulit karena jamur Tinea imbricate. Daun kaskado mengandung aktivitas farmakologi, yang baik untuk menyembuhkan penyakit kulit dan penyakit lainnya seperti kurap, kudis, panu, eksem, malaria, sembelit, radang kulit bertukak, sifilis, herpes, influenza dan bronchitis.

Berdasarkan buku “Tanaman Obat Tradisional Papua” (2016), cara menggunakan tanaman ini sebagai tanaman obat ialah dengan memanfaatkan daunnya. Ambil daun ketepeng cina sebanyak dua tangkai ditumbuk halus sampai mengeluarkan cairan. Tambahkan sedikit kapur sirih lalu digosokkan pada daerah penyakit kulit yang diakibatkan oleh jamur.

Tanaman ini tumbuh liar di ekosistem hutan hujan tropis dan habitat yang lembab, di pinggiran rawa-rawa dan di tepi- tepi jalan, kadang-kadang ditanam di pinggiran kebun. Secara morfologi ketepeng cina merupakan tanaman semak kecil dengan ketinggian sekitar 2-5 m, dengan percabangan horisontal. Daunnya termasuk daun majemuk menyirip, anak daunnya berseling, berpasangan 8-12 pasang, anak daun memanjang oval. Bagian ranting dan tangkai daunnya berwarna merah kecoklatan.

Bunga tersusun tandan di ujung batang. Daun mahkota bunga berwarna kuning terang sampai kuning keemasan, bagian dalamnya condong setengah bulat, dan berbunga mulai dari Mei-Agustus. Buahnya berupa polongan sepereti buncis, panjangnya 15-18 cm. Berbiji banyak berwarna hitam.

Daun kaskado memiliki kandungan penting seperti alkaloid, saponin, tannin, steroid, antrakuinon, flavonoid dan karbohidrat. Flavonoid pada tanaman herbal memiliki efek antiinflamasi, antialergi, antibakteri (terhadap Aspergillus fumigatus dan Microsporum canis), antioksidan, dan efektif untuk beberapa golongan jamur (bersumber dari Jurnal Sains dan Kesehatan, 2016).

Selain dikenal sebagai daun kaskado di Papua, beberapa penamaan lain tanaman ini di berbagai daerah di wilayah Indonesia, diantaranya ketepeng kebo (Jawa), ketepeng badak (Sunda), acon-aconan (Madura), sajamera (Halmahera), kupang-kupang (Ternate), tabankun (Tidore), daun kupang, daun kurap, gelenggang (Sumatera). Penamaan dalam bahasa Inggris tanaman ini disebut seven golden candlestick.

EcoBlogs Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved