EcoDefender

Cari Tahu Lebih Lanjut Tentang Deforestasi, Yuk!

Bagikan tulisan ini

Indonesia memiliki area hutan yang sangat luas dan kaya akan flora dan fauna. Sayangnya, di saat yang bersama penggundulan hutan atau deforestasi terus terjadi. Deforestasi ini bisa terjadi karena berbagai hal, yang salah satunya adalah alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan sawit. Seperti yang dipublikasikan dari Center for International Forestry Research (CIFOR), sampai tahun 2019 terdapat 168.471 hektar hutan alam di Provinsi Papua yang menjadi perkebunan sawit. Saat deforestasi terjadi, tentu akan timbul banyak masalah yang dapat terjadi, seperti bertambah panasnya bumi, banjir, longsor, dan sebagainya. Tak hanya itu, deforestasi juga dapat menyebabkan terjadinya aneka permasalahan sosial.

Kali ini, yuk cari tahu lebih banyak tentang deforestasi, penyebab dan akibatnya, serta apa saja sih yang mungkin kita lakukan sebagai anak muda untuk membantu upaya mengurangi deforestasi!

Deforestasi itu terjadi karena apa sih?

Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Nomor 30/2019, deforestasi adalah perubahan secara permanen dari areal berhutan menjadi tidak berhutan yang diakibatkan oleh kegiatan manusia. Nah, kegiatan manusia yang menyebabkan deforestasi ini sendiri juga beragam. Dalam penelitian tahun 2019 berjudul ‘What causes deforestation in Indonesia?’, disebutkan bahwa dari tahun 2001-2016, penyebab deforestasi yang paling besar di Indonesia (23%) adalah dijadikannya lahan hutan menjadi perkebunan sawit. Selain itu, beberapa penyebab lainnya adalah industri penebangan kayu, pembangunan jalan, industri tambang, perkebunan skala besar, dan perluasan pemukiman penduduk. 

Dampak deforestasi

Kalau hutan-hutan kita terus digunduli, maka akan ada dampak-dampak negatif yang terjadi, seperti:

  • Terancamnya keanekaragaman hayati

Hutan adalah rumah bagi banyak pepohonan, tumbuhan, dan juga aneka hewan. Kalau habitat tempat mereka tinggal digusur, lantas kemana mereka harus pergi?

  • Memicu terjadinya bencana alam

Yap, deforestasi bisa membuat terjadinya berbagai bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir. Selama ini, hutan berfungsi juga sebagai tempat penyerapan air hujan. Karena hutannya dibabat, maka air pun akan sulit terserap ke dalam tanah dan menyebabkan banjir. Jika bencana alam terjadi, maka manusia juga yang akan rugi.

  • Membuat bumi tambah panas

Hutan memiliki peran penting untuk menjaga suhu bumi. Dalam sebuah penilitian, disebutkan kalau deforestasi bisa membuat suhu lokal bertambah panas hingga 4,5 derajat celcius dan juga menyebar ke sekitarnya sampai radius 6 km. Hayo, siapa yang selama ini suka mengeluh kepanasan? Gak mau kan bumi kita bertambah panas?

  • Membuat masyarakat adat kehilangan tempat tinggalnya

Selama ini, masih banyak masyarakat adat di berbagai wilayah Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada hutan. Nggak cuma sekadar tinggal di sana, namun mereka pun turut berperan sebagai penjaga hutan yang senantiasa menjaga kelestariannya.

Terus, apa saja yang bisa kita lakukan untuk membantu mengatasi masalah ini?

Pertama-tama, penting banget nih buat anak muda untuk lebih kritis mencari tahu akar dari permasalahan deforestasi sebenarnya. Aktor utama yang memiliki kuasa untuk menghentikan alih fungsi lahan sawit sebagai penyebab utama deforestasi memang adalah pemerintah setempat dan perusahaan. Sebagai anak muda, setelah mencari tahu lebih dalam kita bisa memulai melakukan berbagai aksi. Misalnya adalah melakukan menandatangani petisi yang mendorong pemerintah untuk menghentikan deforestasi, mengedukasi orang-orang di sekitar kita, menanam pohon, bersuara di media sosial, berdonasi untuk masyarakat adat yang membutuhkan bantuan, dan sebagainya. 

Nah, kalau kamu tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai deforestasi, hutan, dan isu lingkungan lainnya, yuk ikuti kegiatan School of Diplomacy Kewang Muda Maluku! Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 27-29 Mei 2022 di Banda. Selama kegiatan, kamu bisa belajar lebih lanjut untuk menjadi seorang diplomat lingkungan yang secara aktif melakukan aksi bagi bumi.

Tertarik untuk mendaftar? Langsung saja klik link ini untuk mendaftar paling lambat tanggal 22 Mei 2022 pukul 23.59 WITA. Jangan sampai kelewatan, ya!

Berita lainnya

Copyright ©2022.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved