EcoStory

Konser Menghadap Laut untuk Laut Bebas Sampah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Sejumlah musisi seperti Slank, Monita Tahalea, Marzuki Jogja Hip Hop Foundation, Ivan Nestorman – Lamalera, tampil dalam konser Menghadap Laut. Melalui musik, mereka mengajak masyarakat menjaga kebersihan laut Indonesia.

Konferensi International Our Ocean Conference (OOC) 2018 akan diwarnai konser musik Blues in Blue yang dimeriahkan oleh musikus-musikus pecinta lingkungan pada umumnya dan laut pada khususnya. Konser musik yang dihelat oleh Gerakan Pandu Laut Nusantara ini juga sekaligus sebagai ajang edukasi untuk menumbuhkan semangat menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

Pagelaran musik bertajuk Konser Menghadap Laut itu akan digelar hari ini (29/10) di Pantai Pandawa, Bali. Konser yang akan dimulai pada pukul 3 (tiga) sore menghadirkan Slank, Monita Tahalea, Marzuki Jogja Hip Hop Foundation, Ivan Nestorman – Lamalera.

Gerakan Pandu Laut Nusantara mendukung komitmen-komitmen OOC 2018, salah satu yang menjadi perhatian adalah komitmen untuk menjaga laut bebas polusi. Sampah terutama sampah plastic merupakan penyebab polusi di laut yang menjadi masalah besar bagi laut di Indonesia. Sejauh ini ada 150 juta ton sampah plastic di laut. Sehingga jika kita tidak berbuat sesuatu untuk mengurangi sampah tersebut, maka bukan tidak mungkin di tahun 2050 sampah di lautan akan lebih banyak dibandingkan populasi ikan.

Karena itu, Pandu Laut Nusantara menggelar Konser Menghadap Laut untuk mengajak masyarakat umum untuk melakukan perubahan gaya hidup dengan tidak menggunakan plastic sekali pakai seperti sedotan, sendok plastic dsb. Konser ini juga diharapkan dapat menjadi konser bebas plastic sehingga dapat menginspirasi kegiatan konser-konser lainnya untuk melakukan aksi serupa.

Sebanyak 71% luas Indonesia adalah laut dengan lebih dari 17.000 pulau dengan potensi ekonomi mencapai US$ 1,2 triliun per tahun yang dapat menyerap tenaga kerja hingga 40 juta orang. Jika 40 juta orang pekerja tersebut membiayai paling sedikit 2 orang lainnya dari pekerjaan tersebut maka diperkirakan lebih dari 120 juta orang Indonesia akan bergantung pada laut.

Selain konser, Pandu Laut Nusantara juga mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli masa depan laut di Indonesia dengan menandatangani Petisi Laut 120 juta. Petisi yang dapat ditemukan dalam laman change.org dengan tautan bit.ly/petisilaut120juta tersebut berisikan 5 poin krusial yang dapat dijadikan pedoman para pemimpin Bangsa selanjutnya untuk memastikan kondisi laut di Indonesia tetap sehat demi kesejahteraan masyarakat yang terdampak pada kondisi laut secara langsung maupun tidak langsung.

Kelima poin tersebut adalah (1) Memastikan pengelolaan laut yang berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan, termasuk penggunaan pengurangan plastik dan pelarangan plastik sekali pakai, (2) Menjamin hak nelayan kecil untuk mencari ikan secara berkelanjutan, (3) Menghentikan segala bentuk kegiatan ilegal di laut, termasuk penangkapan ikan ilegal dan perilaku merusak ekosistem laut Indonesia, (4) Memperhatikan kerentanan pulau-pulau kecil Indonesia dari dampak perubahan iklim, (5) Memastikan Kementerian yang mengurus laut Indonesia dipimpin oleh individu yang profesional yang tidak berafiliasi dengan partai politik.

Our Ocean, Our Future, Our Ocean, Our Legacy.

EcoBlogs Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved