EcoStory

Kemah Pemuda Ajak Pemuda Menyikapi Krisis Ekologi

Bagikan Tulisan
Lukas Kristian Windya Nugraha, Youth Mobilization Coordinator, menekankan pentingnya kepekaan pemuda terhadap lingkungan di sektiar mereka dalam acara Kemah Pemuda di Pantai Mibi, Sorong. (Yayasan EcoNusa/Arfan Sulaiman)

Kemah Pemuda menjadi media untuk membantu pemuda agar lebih peka terhadap persoalan ling-kungan. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Lutfi, Ketua Panitia EcoDefender Sorong, dalam kegiatan Kemah Pemuda yang diadakan di Pantai Mibi, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, pada 11 Juni 2022.

Dalam kegiatan Kemah Pemuda, para pemuda dilatih untuk melihat krisis ekologi yang ada di sekitar mereka sehingga mereka bisa bergerak dan mengorganisir kaum muda untuk melindungi hutan dan laut. 

“Kita anak muda cukup mengerjakan hal yang kecil sesuai dengan passion kita, tapi dilakukan secara konsisten, maka akan berdampak besar untuk masyarakat, hutan, dan laut kita,” kata Lutfi seperti dikutip Sorongnews.com.

Baca juga: Peringatan Perlu Aksi Nyata

Kemah Pemuda merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan EcoNusa dan EcoDefender sebagai sebuah komunitas anak muda yang bergerak untuk melindungi hutan dan laut. Kemah Pemuda yang berlangsung selama tiga hari dari 10-12 Juni 2022 diikuti oleh tujuh belas pemuda dari berbagai wilayah di Sorong. 

Para pemuda ini belajar banyak hal. Misalnya, pengenalan persoalan ekologi, prinsip dasar komunikasi, pengorganisasian masyarakat, analisis pemangku kepentingan, sampai penggunaan foto dan film seba-gai media yang dapat mengomunikasikan aksi yang akan mereka jalankan. Tapi yang penting adalah bagaimana menumbuhkan kepekaan terhadap krisis ekologi di kalangan anak muda sebelum memahami konteksnya lebih dalam.

Sementara itu, Akpner Paa, Kepala Distrik Makbon, juga menegaskan bahwa kegiatan Kemah Pemuda dapat menjadi media bagi anak muda untuk memiliki kepekaan terhadap masalah lingkungan, masalah deforestasi, termasuk persoalan sampah. Kegiatan ini mengajak kaum muda untuk menemukan persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan mereka. 

Baca juga: Kampung Edor Tidak Kampungan, Karena Melek Internet dan Digital

Menanggapi hal ini, Jerly, salah satu peserta dari Kabupaten Sorong, mengatakan bahwa ia ingin memu-lai aksi dari lingkungannya. “Saya mau lingkungan di RT saya bersih dan tidak ada sampah yang dibuang sembarangan,” katanya.

Media digital bisa digunakan untuk melakukan diplomasi lingkungan. “Ini hal sederhana, dan siapa pun bisa melakukannya, sehingga banyak orang akan tahu, sadar, dan melakukan perlindungan hutan dan laut bersama kita,” kata Saeful Umam, Dosen Ilmu Ekonomi IAIN Sorong, dalam salah satu sesi pengenalan media. 

Para pemuda ini diharapkan akan menjadi komunikator lingkungan melalui foto dan film yang akan diung-gah di kanal media sosial mereka. 

Baca juga: Kewang Muda Maluku Mencetak Generasi Penerus Bumi

Arfan Sulaiman, salah satu pemateri yang juga anggota EcoDefender, memberikan pendampingan ten-tang cara memproduksi foto dan film untuk melakukan kampanye lingkungan. 

Arfan menceritakan bahwa ia telah membuat film dokumenter yang menggambarkan aksinya untuk ling-kungan. Ia berkeliling naik kapal untuk menyusuri sungai. Dengan pelantang ia menyampaikan pesan untuk tidak membuang sampah di sungai. 

Mereka lalu membahas tentang peran yang akan mereka mainkan, mulai dari aksi yang sederhana melalui penyebaran informasi, sampai pada aksi yang langsung menyelesaikan masalah. Misalnya dengan mem-bersihkan sampah atau menanam pohon. Mereka juga ingin membangun kesadaran diri sebelum menya-darkan masyarakat untuk turut aktif menjaga lingkungan mereka.

Editor: Leo Wahyudi & Lutfy Putra

EcoBlogs Lainnya

Copyright ©2022.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved