EcoStory

Outlook EcoNusa 2021, Fokus Kembangkan Potensi Kampung

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
CEO Yayasan EcoNusa Bustar Maitar memaparkan program kerja yang akan dilakukan sepanjang tahun 2021 dalam EcoNusa Outlook 2021 yang dihelat secara langsung dari Sorong, Papua Barat dan secara virtual pada Rabu (17/2/2021).

Pengembangan potensi kampung di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku menjadi salah satu fokus program kerja Yayasan EcoNusa pada 2021. Berbagai inisiatif yang dibuat oleh masyarakat di tingkat tapak akan dikembangkan dan disiarkan hingga ke masyarakat internasional. 

CEO Yayasan EcoNusa Bustar Maitar mengatakan, pengembangan potensi kampung dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Menurutnya, hal itu dapat membantu percepatan pengelolaan potensi kampung dalam mengelola sumber daya alam hingga memiliki kemandirian serta ketahanan dalam menghidupi geliat ekonomi kampung. 

“Anak-anak (Tanah) Papua dan (Kepulauan) Maluku punya potensi dan keinginan untuk maju. Kami berusaha perkenalkan inisiatif yang dilakukan masyarakat hingga level nasional bahkan ke internasional. Semuanya sangat tergantung dari masyarakat. Kami tidak ingin mendorong sesuatu yang tidak dibutuhkan masyarakat,” kata Bustar dalam EcoNusa Outlook 2021 yang dihelat secara langsung dari Sorong, Papua Barat dan secara virtual pada Rabu (17/2/2021). 

Bustar menyadari tahun 2021 masih diselimuti masa pandemi COVID-19. Namun, ia menegaskan Yayasan EcoNusa akan tetap bersemangat menjalankan program demi mencapai visi masyarakat yang berdaulat dalam mengelola sumber daya alam berkeadilan dan berkelanjutan.

“Saat organisasi lain masih menerapkan WFH (work from home), EcoNusa sudah harus bekerja di lapangan karena itu tanggung jawab sosial yang kami emban. Bagaimana bisa saya bekerja di rumah sementara masyarakat susah di kampung,” ujar Bustar.

Dalam tiga tahun terakhir, EcoNusa menyelenggarakan Sekolah Transformasi Sosial (STS) atau Sekolah Kampung di 10 kampung di Merauke, Provinsi Papua, dan 10 kampung di Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. STS nantinya juga akan dilaksanakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Kaimana.

Sepanjang 2021, EcoNusa akan melaksanakan program di 5 region di Tanah Papua, yaitu region kepala burung, Papua bagian utara, Papua bagian selatan, Maluku, dan Maluku Utara. Pada Februari 2021, EcoNusa telah menyelenggarakan STS di Desa Morekau, Kecamatan Seram Barat, Provinsi Maluku. 

“Tahun ini kami targetkan paling tidak ada 50 kampung dari wilayah ini yang akan mengikuti Sekolah Transformasi Sosial itu. Pelatihannya 30 hari penuh. Jadi masyarakat dilatih untuk berkomitmen. Kalau mau belajar sesuatu ya harus tahan. Ini juga akan terintegrasi dengan kepala kampung sehingga anggaran kampung bisa dimanfaatkan maksimal untuk hal positif, tidak hanya infrastruktur,” ungkap Bustar.

Selain itu, terkait program pengembangan kapasitas kaum muda, EcoNusa menyelenggarakan School of Eco Diplomacy di Kepulauan Banda dan Kaimana. EcoNusa menantang kaum muda untuk menggali ide dan inovasi kreatif terkait ketahanan pangan, kesehatan, dan pendidikan melalui program EcoNovation Award. 

Untuk mengampanyekan perlindungan hutan hujan tropis di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku, EcoNusa bekerja sama dengan Cornell Lab of Ornithology, menggunakan cenderawasih sebagai simbol kelestarian hutan. Kemudian, diplomasi perlindungan hutan juga akan berjalan melalui seni gastronomi bersama komunitas Papua Jungle Chef.  

EcoNusa Outlook 2021 dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis, Ketua Perkumpulan Generasi Muda Malaumkarta, Torianus Malami, Koordinator Penanaman Sereh Wangi Distrik Mare, Beyum Antonela Baru, dan Direktur Caritas Keuskupan Agung Merauke, Pater Apolinaris Miller Senduk, serta alumni School of Eco Diplomacy.

Editor: Leo Wahyudi & V. Arnila Wulandani

EcoBlogs Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved