EcoStory

Namatota Siap menjadi Contoh Terbaik Kampung Wisata

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Pantai Sangnus Worait terletak di timur laut Kampung Namatota, Kabupaten Kaimana, Papua Barat (Yayasan EcoNusa/ Alosius Numberi).

Kampung Namatota adalah sebuah kampung kecil di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, yang berbatasan langsung dengan Teluk Triton dan berada di depan Teluk Bicari. Laut sekitar Kampung Namatota menjadi rumah bagi beragam biota laut sehingga menjadi surga para penyelam setelah Raja Ampat.  Keragaman jenis karang dan ikannya tidak berbeda jauh dengan Raja Ampat karena genetik biota laut ini memiliki konektifitas yang tinggi (Conservation Internasional, 2004).  Para turis juga didukung dengan akomodasi homestay yang dikelola oleh masyarakat asli.  Sofyan Mafanik,  Direktur Executive Yayasan Weer, mengatakan sampai saat ini ada dua homestay dan berharap masyarakat menjadi pelaku dalam pengelolaan ekowisata di Kampung Namatota.  Ia juga mengingatkan melibatkan mama-mama dalam program pengembangan ekonomi rakyat di Kaimana sangatlah penting.

Untuk mencapai kampung tersebut, orang dapat menggunakan perahu motor, atau sering disebut dengan bodi, selama satu jam dari kota Kaimana. Kampung ini dikenal sebagai ibu kota Kerajaaan Namatota.  Salah satu peninggalan sejarah yang menjadi obyek wisata dan pengetahuan adalah situs atau bekas Kerajaan Namatota di Kampung Namatota.

Menurut sejarah, kerajaan di Papua berada di Semenanjung Bomberai dan Semenanjung Onin. Kerajaan Namatota atau juga dikenal Kerajaan Kowiai  berada di Semenanjung Bomberai ini. Kerajaan tradisional Namatota tidak memiliki istana yang megah sebagaimana kerajaan lainnya tetapi memiliki sebuah Rumah Raja yang disebut sebagai Rumah Adat. Rumah Raja saat ini tidak lagi dihuni oleh raja tetapi hanya digunakan untuk menyimpan pernak-pernik atau assesoris raja-raja Namatota. Selain itu, yang bisa disaksikan dari sisa kerajaan ini adalah berupa makam keluarga  yang terletak di samping masjid atau tepat berada di depan Rumah Raja.  

Selain peninggalan kerajaan, Namatota juga memiliki kawasan pantai yang indah, yaitu Pantai Sangnus Worait yang terletak di timur laut Kampung Namatota.  Pantai Sangnus Worait memiliki pasir yang putih dan air yang tenang serta dikelilingi oleh pulau-pulau karst. Biasanya setelah wisatawan melakukan perjalanan panjang ke Teluk Triton, wisatawan akan mampir sebentar untuk menikmati keindahan pantai dan air yang jernih di pantai ini. Ada dua homestay yang dibuat oleh masyarakat dan dikelola sendiri oleh masyarakat lokal.

Kaimana memiliki kekayaan budaya dan potensi pantai yang indah serta modal kemauan masyarakat untuk mengembangkan wisata. Melihat potensi tersebut, pemerintah melakukan pendampingan, bahkan menjadikan kampung Namatota sebagai prioritas untuk pengembangan kampung wisata oleh sejumlah OPD seperti Dinas parawisata, dan Dinas pemberdayaan masyarakat dan kampung.

Menurut Usman Fenetiruma, Kepala Dinas Pariwisata, kampung ini akan dikembangkan menjadi kampung wisata karena letak kampung yang strategis serta berada di depan Teluk Triton. Selain itu, Namatota merupakan wilayah kerajaan yang secara otoritas dapat berpengaruh terhadap daerah sekitarnya. Beberapa mitra pembangunan bekerja di Kampung Namatota dengan fokus kerja yang berbeda seperti Conservation Internasional, Enviroment Defense Fund yang mengembangkan perikanan berkelanjutan.  Ada juga PPPMD dibawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Program KOMPAK LANDASAN yang akan mengembangkan Bumkam dan peningkatan pelayanan perangkat Kampung. Dalam hal ini, Yayasana EcoNusa dan Dinas Pariwisata akan mengembangkan ekowisata berkelanjutan di Kampung Namatota ini.  

Semua mitra akan bahu-membahu membangun masyarakat demi terwujudnya model pengembangan kampung wisata. Harapannya sektor wisata ini akan didukung oleh sektor lain seperti  perikanan berkelanjutan untuk memasok kebutuhan homestay. Perlu juga dibentuk kelembagaan lokal untuk mendukung aktifitas wisata di kampung.  

Beberapa kegiatan bersama yang akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan EcoNusa antara lain pelatihan peningkatan kapasitas dalam pelayanan wisata.  Pelatihan ini berguna dalam membentuk masyarakat yang terampil dalam melayani tamu dan dapat mempersiapkan masyarakat untuk semua aktifitas wisata yang akan dilakukan di kampung tersebut. Direncanakan pada akhir tahun 2020 Kampung Namatota akan diuji coba sebagai kampung wisata.  Diharapkan paket wisata dapat dibeli oleh pejabat daerah sebagai bagian proses penilaian kesiapan masyarakat  dalam mewujudkan Kampung Wisata Namatota. Apalagi pada Februari 2020 Kampung Namatota sudah terlayani oleh jaringan internet maupun telepon seluler. Akses informasi pun akan terbuka untuk menyambut Kampung Namatota sebagai destinasi wisata.

Editor: Leo Wahyudi

EcoBlogs Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved