EcoDefender

3 Tumbuhan Berbuah Khas Papua Kaya Manfaat

Bagikan tulisan ini

Tahukah kamu? Dalam sebuah riset yang dipublikasikan pada tahun 2020, ternyata Pulau Papua adalah pulau dengan tingkat keanekaragaman jenis tumbuhan di dunia, lho! Penelitian yang dilakukan oleh 99 peneliti dari 19 negara ini menyatakan bahwa Pulau Papua memiliki 13.634 spesies tumbuhan, yang 68% di antaranya adalah tumbuhan endemik. Luar biasa sekali, ya!

Tumbuhan atau tanaman khas Papua apa saja nih yang sudah kamu tahu sebelumnya? Menariknya lagi, banyak di antara flora endemik Papua ini yang ternyata kaya akan manfaat. Ada tumbuhan yang buahnya berkhasiat untuk membantu menyembuhkan berbagai sakit mata, dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, hingga meningkatkan kekebalan tubuh. Wah, penasaran gak sih tumbuhan apa saja itu? Cari tahu bersama-sama, yuk!

1. Buah Merah (Pandanus conoideus)

Tumbuhan endemik Papua yang satu ini dapat ditemukan di berbagai wilayah di Papua, seperti di Pegunungan Jaya Wijaya, Wamena, Jayapura, Timika, Nabire, hingga Manokwari. Sesuai dengan namanya, buah ini berwarna merah dan memiliki ukuran yang cukup besar, yakni bisa mencapai panjang hingga 55 cm, berdiameter 10-15 cm, dan memiliki bobot 2-3 kg. Masyarakat Papua banyak yang mengonsumsi buah ini, misalnya sebagai campuran sayuran. 

Terdapat sejumlah penelitian yang telah membahas aneka manfaat buah merah, seperti untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, menurunkan glukosa darah, hingga mengobati mata rabun. Nggak cuma itu, minyak buah merah juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami, sementara ampas pemerasan minyaknya pun bisa menjadi pakan unggas. 

Hingga kini, para peneliti masih mengeksplorasi potensi lain dari buah merah. Salah satu peserta Ilmuwan Muda Papua 2021, yaitu Vivi Mariana melakukan penelitian tentang Penggunaan Pasta Buah Merah (Pandanus Conoideus) dan Tepung Buah Pandan Tikar (Pandanus Tectorius) dalam Formulasi Cookies Sagu. Melalui penelitian ini, Vivi menemukan bahwa ternyata pasta buah merah bisa menjadi salah satu bahan baku cookies sagu. Menarik ya! Kira-kira buah merah bisa dimanfaatkan untuk apa lagi ya?

2. Matoa (Pometia pinnata)

Berikutnya, yuk kenalan dengan tumbuhan matoa! Tumbuhan ini berbuah setahun sekali, yaitu antara bulan Juli hingga Oktober dengan masa matang sekitar 4 bulan. Sama seperti buah merah, matoa juga bisa ditemukan di banyak wilayah di Papua. Kulit buah matoa berwarna merah kehitaman, sementara daging buahnya berbentuk lonjong, berwarna putih kekuningan, dan bertekstur kenyal seperti buah rambutan dan kelengkeng. Terdapat 2 jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Perbedaan di antara keduanya adalah Matoa Kelapa bertekstur lebih kenyal dan padat, sementara Matoa Papeda berdaging lebih kembek.

Meskipun berukuran kecil, matoa juga kaya akan manfaat, lho! Kulit dan daging buah matoa mengandung vitamin C dan E yang dapat berperan sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem imunitas tubuh. Lalu, kandungan nutrisi buah ini pun dapat melawan infeksi virus pada tubuh, membantu meredakan stres, hingga  menurunkan tekanan darah.

3. Woromo 

Mungkin nama woromo belum sepopuler buah merah atau matoa. Namun, tanaman endemik Papua ini juga memiliki banyak manfaat, lho! Tumbuhan woromo banyak ditemukan di wilayah pegunungan tengah Papua pada ketinggian 2.500-3.000 mdpl. Bentuk buah woromo mirip seperti buah nangka dan sukun yang kulitnya memiliki tekstur berduri. Sementara itu, daging buahnya bisa berwarna putih, putih kekuningan, dan juga oranye  serta mengeluarkan aroma yang khas.

Seorang peneliti asal Papua, Dr. Been Kogoya yang aktif meneliti tentang buah woromo mengatakan bahwa buah ini mengandung berbagai kandungan yang baik untuk kesehatan, seperti untuk membantu mengobati penyakit jantung, kolestrol, dan asam urat. Selain dikonsumsi dan diolah menjadi obat, buah Woromo juga dapat diolah menjadi minyak serta sabun.

Selain ketiga tanaman berbuah ini, masih ada banyak lagi tanaman endemik Papua yang menarik untuk kita ketahui dan pelajari. Bisa jadi masih banyak juga yang belum diketahui informasi dan manfaatnya secara lengkap, sehingga masih perlu diteliti lebih lanjut. Nah, di sinilah peran peneliti sangat diperlukan untuk mengeksplorasi potensi dan manfaat aneka tanaman yang ada di Papua.

Kalau kamu mulai tertarik untuk menjadi peneliti muda yang meneliti keanekaragaman flora di Papua, kamu bisa banget nih ikutan program Ilmuwan Muda Papua yang diadakan oleh Yayasan EcoNusa. Melalui program ini, kamu berkesempatan untuk mengikuti workshop dan bootcamp sebagai persiapan penelitian, mendapat bimbingan dari pakar selama penelitian, hingga mempublikasikan hasil penelitian. Jangan sampai kelewatan, ya!

Berita lainnya

Copyright ©2022.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved