Ini Dia Manfaat dan Cara Membuat Ecobricks!

Bagikan tulisan ini

Hayo ngaku, siapa yang sampai saat ini masih sering menggunakan kantong plastik atau produk-produk berbahan plastik? Kamu pasti sudah tahu bahwa sampah plastik bisa membawa dampak buruk bagi lingkungan. Di Indonesia sendiri, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, dan 3,2 juta ton di antaranya terbuang ke laut. Hingga saat ini, sudah ada banyak upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah sampah plastik ini, mulai dari adanya peraturan pemerintah yang melarang penggunaan kantong plastik, kampanye 3R (reduce, reuse, recycle), hingga aksi pembersihan lingkungan oleh berbagai komunitas dan lembaga. Di antara banyaknya upaya ini, apa nih yang sudah kamu lakukan untuk membantu mengatasi masalah plastik?

Nah, kali ini EcoNusa akan membagikan suatu cara atau inovasi yang bisa kamu lakukan juga sebagai solusi dari pengolahan limbah plastik, yaitu dengan membuat ecobrick dari kumpulan sampah plastikmu. Penasaran apa itu ecobrick dan bagaimana cara membuatnya? Cari tahu di artikel ini, yuk!

Apa itu Ecobricks?

Sesuai namanya, ecobricks adalah sebutan untuk bata ramah lingkungan. Berbeda dengan bata pada umumnya, ecobricks dibuat menggunakan sampah botol plastik yang berisi sisa-sisa sampah plastik yang sudah tidak digunakan lagi. Inovasi membuat ecobricks ini pertama kali dilakukan oleh Russell Maier, seorang seniman oleh Kanada. Ia sangat menyadari bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan, dan mulai mencari-cari cara untuk mengurangi sampah plastik tanpa menimbulkan masalah lain bagi lingkungan. Lalu, lambat laun langkahnya membuat ecobricks ini mulai populer dan semakin banyak dilakukan juga oleh orang-orang di seluruh dunia.

Dengan adanya ecobricks, sampah-sampah plastik dapat tersimpan dengan baik dalam botol dan dimanfaatkan untuk hal berguna lainnya, alih-alih membuat sampah plastik harus dibakar, tertimbun, atau dibiarkan menggunung di tempat pembuangan sampah. Jika plastik-plastik tersebut dibakar, maka zat-zat berbahaya seperti karbon monoksida akan terlepas ke udara, membahayakan kesehatan orang-orang, hingga menjadi penyumbang pemanasan global. Kemudian, jika dibiarkan begitu saja, partikel plastik juga akan sulit sekali terurai dan dapat membahayakan ekosistem di sekitarnya, seperti ekosistem tanah maupun laut. Nah, makanya kita harus dapat berusaha untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Jika sampai harus menggunakan dan menghasilkan sampah plastik, lebih baik kita kumpulkan agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna dalam jangka panjang. Ecobricks yang kamu buat nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal, lho, seperti misalnya membuat dinding, kursi, dan perabotan lainnya.

Cara Membuat Ecobricks

Alat dan bahan yang kamu perlukan:

  1. Botol-botol plastik
  2. Sampah plastik yang sudah kamu kumpulkan
  3. Tongkat / sendok / alat sejenisnya untuk memadatkan

Langkah-langkah membuat Ecobricks:

  1. Cuci dan keringkan semua botol dan sampah plastik yang akan kamu gunakan untuk membuat ecobricks agar tidak ada bakteri.
  2. Masukkan sampah-sampah plastikmu ke dalam botol. Jika ada yang berukuran besar, kamu dapat memotongnya menjadi lebih kecil menggunakan gunting.
  3. Gunakan tongkat atau sendok untuk memadatkan sampah plastik ke ruangan botol. Pastikan bahwa botol sudah benar-benar padat hingga tidak ada lagi rongga kosong. Salah satu cara untuk mengeceknya adalah dengan menekannya dari luar. Ecobricks yang baik dan padat tidak akan kempes atau mengeluarkan bunyi ketika ditekan.
  4. Tutup botol tersebut dan satu buah ecobrick telah jadi! 

Bagaimana, mudah bukan membuatnya? Siapa nih yang jadi langsung tertarik untuk membuat ecobricks? Supaya lebih seru, kamu juga bisa lho mengajak anggota keluarga dan teman-temanmu untuk membuat ecobricks bersama-sama. Dengan mengajak dan mengajarkan mereka cara membuatnya, ini berarti kamu telah menjadi seorang diplomat lingkungan yang berkontribusi dalam usaha pelestarian lingkungan. Keren, kan? Agar bisa lebih siap menjadi diplomat lingkungan, coba deh ikutan School of Eco Diplomacy yang diadakan Yayasan EcoNusa! Supaya enggak ketinggalan informasi lengkap SED berikutnya, jangan lupa pantau website dan media sosial EcoNusa, ya!

Berita lainnya

Copyright ©2022.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved