EcoStory

Buletin Tabea Vol 2

Edisi kedua buletin Tabea telah terbit. Biodiversitas menjadi isu utama yang kami pilih, bertepatan dengan hari keanekaragaman hayati dunia. Kami juga mengajak peneliti muda mendaftarkan dirinya melakukan penelitian akademik di bidang pembangunan berkelanjutan. 

Keanekaragaman hayati di Indonesia ibarat sumur tanpa dasar. Ilmu pengetahuan selalu bisa dibuat takjub dengan yang terkandung di dalamnya. Ada 1.592 spesies burung, 781 spesies reptil, 270 spesies amfbi, dan 515 spesies mamalia. Dari 25.000 tanaman berbunga, lebih dari separuhnya hanya ada di Indonesia.

Di antara lebih dari 17.000 pulau, Tanah Papua, Maluku, dan Maluku Utara berkontribusi sebagai “rumah” bagi biodiversitas. Daerah tersebut menarik perhatian naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace saat menjelajahi Nusantara. Wilayah di Indonesia Timur menjadi bagian dari Wallacea, gudang satwa endemik Indonesia, bahkan dunia.

EcoNusa memandang pengelolaan hutan melalui jasa lingkungan menjadi salah satu langkah untuk mempertahankan kelestarian hutan. Melalui ekowisata dan komoditas lokal berbasis hutan, hubungan simbiosis mutualisme terjadi. Masyarakat dapat mengambil manfaat ekonomi. Sementara hutan tetap terjaga kelestariannya.

Publikasi Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved