Mengenal Bentang Alam & Ekosistem Karst

Bagikan tulisan ini

Di dunia ini ada banyak ragam bentang alam yang keberadaannya sangat penting bagi keberlangsungan hidup kita dan harus kita jaga kelestariannya. Salah satu bentang alam yang memiliki peran penting tapi belum terlalu banyak dibahas adalah karst. Di Indonesia, kawasan karst memiliki luas kurang lebih 15,4 juta hektar dan tersebar dari Aceh sampai Papua. Misalnya adalah di perbukitan Bahorok, Sumatra Barat, di perbukitan Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, dan di wilayah pegunungan Cartenz, Papua. Sama seperti bentang alam dan ekosistem lainnya, saat ini pun sejumlah wilayah karst tak lepas dari ancaman kerusakan.

Makanya, kali ini yuk kita cari tahu lebih banyak tentang ekosistem karst. Mulai dari fungsinya di alam hingga dampak apa saja yang bisa timbul kalau semakin banyak karst yang rusak.

Peran penting karst

Kata karst berasal dari bahasa Slovenia kras yang berarti lahan berbatu. Pada awalnya istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu kawasan di perbatasan Yugoslavia/Slovenia dan Italia Utara. Kawasan tersebut terdiri dari batuan dan oak. Kini, karst banyak dikenal sebagai kawasan bentang alam dengan bentuk hamparan atau bukit batuan gamping. Lalu, secara geologis karst juga mengacu pada permukaan tanah dari bebatuan mudah larut, seperti batu kapur dan batu garam, yang mengalami pelarutan akibat air permukaan dan bawah tanah. 

Bentang alam karst menyediakan berbagai manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Pertama, kawasan karst ialah penyerap air hujan yang kemudian dapat menjadi sumber mata air tawar bersih. Dikutip dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, satu kawasan karst saja bisa menyediakan hingga 30 sumber mata air. Air inilah yang dapat digunakan untuk mendukung banyak kegiatan, seperti pertanian dan perkebunan. Lalu, karst juga menjadi habitat bagi sejumlah flora dan fauna, seperti misalnya kelelawar. Kemudian, kawasan ini pun berperan penting dalam siklus karbon di Indonesia karena dapat menyerap karbondioksida.

Kawasan karst di Indonesia Timur

Ini dia beberapa kawasan karst di Indonesia timur yang juga terkenal akan keindahannya!

  • Raja Ampat

Di wilayah Raja Ampat, Papua Barat, terdapat gugusan-gugusan bukit karst, seperti Wayag dan Pianemo. Kalau kamu naik di salah satu bukitnya untuk melihat pemandangan dari atas, kamu bisa melihat gugusan bukit karst ini di tengah-tengah lautan secara menyeluruh.

  • Lembah Baliem

Terdapat banyak perbukitan dan gua-gua karst di wilayah Lembah Baliem, Wamena, Papua. Kawasan karst di wilayah ini pun menjadi sumber mata air bersih bagi warga setempat karena dapat menyimpan air selama sekitar 3-4 bulan setelah musim hujan selesai.

  • Kepulauan Aru

Kepulauan Aru adalah kepulauan di provinsi Maluku yang terbentuk dari karst. Terdapat 832 pulau yang masuk wilayah Kepulauan Aru, dan mayoritas tergolong dalam kategori pulau kecil. Morfologi kawasan karst di kepulauan ini hadir dalam bentuk seperti bukit karst dan gua. 

Keberadaan wilayah karst ini tak luput dari kerusakan. Ketua Asia Union of Speleology (AUS), Eko Haryono, mengatakan kalau sekitar 9,5% dari total luas karst di Indonesia mengalami kerusakan. Penyebabnya antara lain adalah penambangan batu gamping, pembangunan pabrik semen dan alih fungsi lahan lainnya. Jika semakin banyak wilayah karst yang tergerus, maka akan timbul berbagai dampak negatif juga seperti hilangnya sumber mata air bersih dan terjadinya banjir di daerah sekitar. Maka dari itu, penting nih bagi kita untuk lebih mengenal dan menjaga keberadaannya dari ancaman eksploitasi. 

Mau tahu isu-isu seputar lingkungan lainnya yang penting untuk diketahui berikut cara melestarikannya? Coba deh baca-baca artikel lainnya di blog EcoNusa dan EcoDefender, serta ikuti aneka media sosial EcoNusa untuk nantikan kegiatan seru berikutnya!

Berita lainnya

Copyright ©2022.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved