EcoStory

Outlook EcoNusa 2020, Sebuah Momentum untuk Maju

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
CEO Yayasan EcoNusa Bustar Maitar memberikan keynote speaker terkait program kerja EcoNusa 2019 dan langkah yang akan ditempuh oleh EcoNusa selama 2020. (Yayaysan EcoNusa/Moch. Fikri)

Tahun 2020 menjadi momentum penting bagi EcoNusa untuk membangun kapasitas kaum muda di Tanah Papua demi mewujudkan kedaulatan masyarakat adat untuk mengelola sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. Hal ini diutarakan oleh Bustar Maitar, CEO dan pendiri Yayasan EcoNusa, dalam acara Outlook EcoNusa 2020 di Jakarta pada 28 Januari 2020.

“Kaum muda merupakan kunci dalam pembangunan berkelanjutan. Mereka memiliki peran besar untuk mencapai perubahan serta untuk mempertahankan hutan mereka,” kata Bustar.

EcoNusa ingin bergerak bersama untuk melindungi hutan dan masyarakat Papua. Karena itu, dalam usianya yang baru sekitar dua tahun, organisasi ini ingin mempromosikan inisiatif-inisiatif lokal serta praktik-praktik terbaik yang sudah dan sedang dilakukan oleh orang asli Papua.

“EcoNusa ingin agar anak muda Papua ke depan dapat mengelola dan menikmati apa yang telah mereka miliki sendiri selama ini,” kata Bustar. Harapannya, anak-anak muda Papua yang merantau atau pergi belajar mau pulang agar bisa mengembangkan daerahnya.

EcoNusa menyasar wilayah timur Indonesia yang mencakup Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Kawasan tersebut menjadi fokus karya organisasi ini karena daerah tersebut memiliki total tutupan hutan seluas 38.660.805,42 hektare atau 44 % dari total tutupan hutan di Indonesia seluas 88.458.514,08 hektare.

Wilayah berhutan di Tanah Papua dan Maluku memiliki potensi besar sekaligus menjadi garda terakhir hutan di Indonesia. “Selain itu, Tanah Papua dan Maluku juga merupakan pusat masyarakat adat terbesar di Indonesia yang melahirkan segala budaya dan praktik-praktik terbaik untuk menjaga hutan,” tegas Bustar.

Acara Outlook EcoNusa 2020 ini dihadiri lebih dari 150 orang yang terdiri dari pejabat, akademisi, media, blogger, mitra serta komunitas. Hadir pula Bupati Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Matias Mairuma, peneliti Universitas Jayapura, Jimmy Wanma, Dewan Pembina Yayasan EcoNusa, Felia Salim. Acara dimoderatori oleh Yuli Fonataba, Putri Indonesia Papua 2018 dan News Anchor Liputan6.

EcoNusa juga membangun gerakan kelautan untuk ikut memperbaiki tata kelola dan praktik pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Karena itu, dalam acara tersebut dipaparkan juga analisa akademik hasil Ekspedisi Mangrove yang telah dilakukan oleh EcoNusa pada Desember 2019. Ekspedisi tersebut menyusuri pesisir selatan Papua Barat dengan jarak tempuh sekitar 1.000 kilometer dengan total areal mangrove yang diteliti seluas 419,8 hektare. Ekspedisi ini meneliti kawasan mangrove, survei vegetasi dan keanekaragaman hayati dan potensi sosial ekonomi masyarakat lokal di kawasan tersebut.

Pada 2020, EcoNusa juga akan berkolaborasi dengan media Kompas untuk mengadakan Ekspedisi Kompas bertajuk Manusia dan Ekologi Papua. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran signifikan tentang 14 kabupaten di Tanah Papua. Harapannya, akan ada gambaran obyektif tentang Tanah Papua yang dapat memberikan narasi positif yang terdiseminasi oleh media. 

Editor: Lutfy Mairizal Putra

EcoBlogs Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved