EcoDefender

5 Taman Nasional di Papua & Maluku yang Wajib Kamu Tahu!

Bagikan tulisan ini

Keindahan dan kekayaan alam Indonesia bagian timur sudah tidak perlu diragukan lagi. Tanah Papua dan Maluku dipenuhi oleh lautan indah, hutan yang kaya akan sumber daya alam, hingga perbukitan dan pegunungan yang menjadi rumah bagi aneka flora dan fauna. Agar keanekaragaman hayati ini dapat terus terjaga, banyak kawasan yang secara khusus dijadikan wilayah taman nasional. Dengan begitu, ekosistem asli di wilayah tersebut akan dipertahankan dan dikelola oleh negara untuk tujuan konservasi, budidaya, penelitian, dan pariwisata. Di seluruh Indonesia, terdapat 54 taman nasional dengan total wilayah 16.224.801,17 ha. Nah, kalau di Papua dan Maluku kira-kira ada taman nasional apa saja ya? Yuk, kita sama-sama cari tahu!

1. Taman Nasional Lorentz

Memiliki luas sekitar 2,4 juta hektar dan termasuk ke dalam wilayah 10 kabupaten di Papua, Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional terluas di Asia Tenggara, lho! Selain itu, keistimewaan lain dari taman nasional ini adalah memiliki spektrum ekosistem yang sangat lengkap, mulai dari ekosistem pesisir pantai hingga pegunungan bersalju yang mencapai ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut. Karena kekayaan ekosistem ini, Taman Nasional Lorentz merupakan rumah bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Diperkirakan bahwa paling tidak terdapat 200 tumbuhan berbunga, 123 spesies mamalia, 411 spesies burung, dan 150 spesies reptil dan amfibi yang hidup di sana, termasuk di antaranya adalah burung cenderawasih, kasuari, dan kanguru pohon. Sejak tahun 1999, Taman Nasional Lorentz pun telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

2. Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Terletak di wilayah Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Nabire, Taman Nasional Teluk Cenderawasih merupakan taman nasional laut terluas di Indonesia. Luas wilayahnya mencapai 1.453.500 ha dan terdiri atas wilayah daratan pesisir pantai, daratan pulau-pulau, wilayah terumbu karang, dan perairan lautan. Taman nasional ini terkenal akan kekayaan alam bawah lautnya dan menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna bawah laut, seperti ratusan jenis ikan, mamalia laut, lamun, hingga mangrove. Salah satu spesies yang terbilang cukup langka di Indonesia dan dapat kita temukan di Taman Nasional Teluk Cenderawasih adalah hiu paus (rhincodon typus).

3. Taman Nasional Wasur

Taman nasional di Papua lainnya yang menyimpan keanekaragaman hayati adalah Taman Nasional Wasur di Kabupaten Merauke. Taman nasional ini didominasi oleh wilayah lahan basah, seperti misalnya hutan rawa, padang rumput yang terendam secara alami, dan hutan monsoon. Sama seperti taman nasional lainnya, Taman Nasional Wasur pun menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna. Beberapa di antaranya adalah kasuari dan kanguru pohon. Lalu, sekitar bulan Oktober setiap tahunnya, terdapat ribuan burung yang singgah di sana dalam perjalanan migrasi mereka  dari Australia dan New Zealand. Kalau kamu berkunjung ke Taman Nasional Wasur, kamu juga dapat menemukan banyaknya gundukan tanah berwarna coklat yang menjulang tinggi. Nah, gundukan-gundukan itu sebenarnya adalah rumah atau sarang semut yang oleh masyarakat Merauke diberi nama musamus. Unik, ya!

4. Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Tak kalah dari Papua, Maluku juga memiliki kawasan-kawasan konservasi alam berupa taman nasional, lho! Salah satunya adalah Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang terletak di Pulau Halmahera dan memiliki luas wilayah sekitar 167.300 ha. Di taman nasional ini, terdapat paling tidak 7 tipe ekosistem, yaitu hutan mangrove, hutan pantai, hutan rawa dataran rendah, tebing sungai, hutan hujan dataran rendan, hutan hujan pegunungan, dan padang rumput sub-alpin. Keberadaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata dianggap penting karena merupakan rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna, termasuk di antaranya yang bersifat langka dan endemik khas Maluku dan Halmahera. Misalnya adalah elang bondol, kuskus, dan burung kepudang sungu.

5. Taman Nasional Manusela

Terletak di wilayah Maluku Tengah, keindahan dan kekayaan alam Taman Nasional Manusela tidak kalah dengan kawasan-kawasan konservasi lainnya. Taman nasional ini memiliki kontur wilayah dan ekosistem yang bervariasi, mulai dari lautan, hutan bakau, hutan tropis, hingga pegunungan. Gunung Binaiya dengan ketinggian 3.027 meter di atas permukaan laut dan terletak di tengah-tengah Pulau Seram adalah wilayah tertinggi di Taman Nasional Manusela. Dengan luas sekitar 189.000 ha, kita bisa menemukan aneka flora dan fauna menarik di taman nasional ini, seperti misalnya kasuari, kuskus, dan cemara laut.

Luar biasa sekali, ya kelima taman nasional di Indonesia bagian timur ini! Satu hal yang perlu diingat, keanekaragaman hayati yang tersimpan taman-taman nasional tersebut harus terus dijaga, termasuk oleh anak muda sebagai generasi penerus. Menyadari pentingnya hal ini, sejak tahun 2018 Yayasan EcoNusa juga telah mengajak anak-anak muda dari seluruh Indonesia, khususnya di Papua dan Maluku untuk lebih peduli pada isu perlindungan lingkungan melalui program School of Eco Diplomacy. 

Selama kegiatan, para anak muda yang terpilih mendapatkan pelatihan intensif, seminar, kunjungan ke lapangan, hingga dibimbing untuk dapat mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitarnya dan membuat rencana aksi untuk membuat perubahan. Kalau kamu tertarik untuk ikut program ini juga, terus pantau website dan media sosial EcoNusa untuk mendapatkan informasi School of Eco Diplomacy berikutnya, ya!

Berita lainnya

Copyright ©2022.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved