EcoStory

Materi Webinar Rainforest Day 2020

Provinsi Papua dan Papua Barat menyumbang lebih dari 38% dari total tutupan hutan yang dimiliki Indonesia. Hutan hujan tropis berperan sebagai rumah bagi beragam flora dan fauna endemik, penyeimbang iklim karena dapat menyimpan karbon, serta sumber penghidupan bagi masyarakat adat yang tinggal di sekitarnya. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, hutan hujan tropis di Tanah Papua mengalami ancaman yang serius, termasuk deforestasi, degradasi hutan, pengalihfungsian lahan, introduksi spesies, kerusakan lahan gambut, dan pembangunan infrastruktur. 

Bertepatan dengan World Rainforest Day, 22 Juni lalu, Yayasan EcoNusa mengadakan Webinar bertajuk “Hutan Papua Benteng Terakhir Masa Depan Indonesia”. Menghadirkan 4 narasumber, yakni  Drs. Nataniel D. Mandacan, M.Si, (Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat), Drs. Muhammad Musaad, M.Si, (Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua), Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT, (Rektor Universitas Cenderawasih) dan Bustar Maitar, (CEO Yayasan EcoNusa), webinar  mengupas isu seputar hutan Papua sebagai benteng terakhir. Isu ini adalah isu yang tidak pernah lekang dari isu tentang hutan, biodiversity dan perubahan iklim. Seolah-olah kelestarian biodiversitas, keseimbangan iklim, serta kehidupan masyarakat adat yang bernaung di hutan hujan berada pada pundak Papua, setelah hutan di Sumatra dan Kalimantan kini hampir habis. 

Untuk lebih memahami, isu-isu yang dibahas pada Webinar tersebut, materi dari masing-masing pembicara dapat diunduh pada link di bawah ini! Semoga paparan yang disampaikan dalam webinar membawa manfaat untuk membangun Tanah Papua dan melindungi hutan hujan tropis sebagai benteng terakhir secara masif dan terstruktur. 

Publikasi Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved