2 Ekspedisi Penelitian di Papua yang Harus Kamu Tahu!

Bagikan tulisan ini

Sebagai pulau terbesar kedua di dunia, Pulau Papua menyimpan banyak sekali kekayaan alam. Makanya, gak heran kalau Papua sering menjadi tujuan ekspedisi para peneliti dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi ada apa saja di Papua. Ekspedisi-ekspedisi penelitian ini sangat diperlukan sehingga kita dapat memiliki informasi yang cukup tentang kekayaan alam yang kita miliki. Dengan begitu, kita juga bisa tahu apa saja yang berpotensi untuk kita manfaatkan dan langkah apa saja yang bisa kita lakukan untuk melestarikannya. 

Eksplorasi alam di Tanah Papua sendiri sudah dilakukan sejak abad ke-19 oleh orang-orang dari Eropa. Misalnya adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Inggris, Alfred Russel Wallace pada bulan Juni-September 1860. Dari ekspedisi yang ia lakukan, ia meneliti berbagai jenis burung, kupu-kupu, dan hewan lainnya. Meskipun sudah ratusan tahun sejak ekspedisi tersebut, hingga kini para peneliti masih terus meneliti kekayaan yang dimiliki Tanah Papua. Setiap ekspedisi penelitian baru dilakukan, ditemukan pula beraneka jenis flora dan fauna yang belum tercatat sebelumnya.

Penasaran gak sih apa saja ekspedisi penelitian ke Papua yang dilakukan baru-baru ini dan apa saja hasilnya? Yuk, kita cari tahu lebih banyak tentang dua di antaranya: Ekspedisi Lengguru dan Ekspedisi Nusa Manggala!

1. Ekspedisi Lengguru

Pada akhir tahun 2014, sebanyak ratusan peneliti dari berbagai negara di dunia pergi ke wilayah Lengguru di Papua Barat untuk mempelajari dan menganalisa aneka kekayaan alam yang mereka temukan di sana. Ekspedisi Lengguru berhasil dilakukan atas kerja sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut De Recherche Pour Le Développement (IRD) atau lembaga penelitian Perancis, dan juga Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong. Ekspedisi Lengguru ini disebut-sebut sebagai ekspedisi ilmiah terbesar di Indonesia, loh!

Selama 6 minggu, para peneliti berhasil mengumpulkan lebih dari 4.000 spesimen hewan dan tumbuhan dari bawah laut dengan kedalaman mencapai 100 m hingga  pegunungan dengan ketinggian 1400 mdpl. Dari jumlah tersebut, setidaknya didapatkan 59 spesies baru dari berbagai taksa, seperti serangga, amfibi, ikan air tawar, anggrek dan sebagainya. Misalnya adalah ditemukannya 4 jenis anggrek baru dengan nama ilmiah Bulbophyllum leucoglossum, Dendrobium centrosepalum, Dendrobium taeniocaule, dan Taeniophyllum pyriforme.

Setelah ekspedisi tahun 2014 tersebut, pada tahun 2017 dilakukan ekspedisi lanjutan yang berlangsung selama 1,5 bulan. Pada ekspedisi kali ini, yang menjadi fokus penelitian adalah biota dan ekosistem laut Lengguru. Para peneliti lalu berhasil mengumpulkan berbagai spesimen, seperti misalnya echinodermata, gorgonian (salah satu jenis karang), dan juga aneka ikan karang. 

2. Ekspedisi Nusa Manggala

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI kembali mengadakan sebuah ekspedisi penelitian yang disebut Ekspedisi Nusa Manggala pada bulan Oktober hingga Desember 2018. Ekspedisi Nusa Manggala adalah ekspedisi ke 8 pulau terluar Indonesia, yaitu Yiew, Budd, Fani, Brass-Fanildo, Liki, Bepondi, Meossu, dan satu gugusan kepulauan Ayau di kawasan Raja Ampat, Papua. Untuk melakukan ekspedisi ini, sebanyak 55 ilmuwan Indonesia dari berbagai bidang ikut terlibat dan pergi menjelajah menggunakan kapal riset LIPI Baruna Jaya VIII. Misalnya adalah peneliti dari bidang ekologi, sosial kemanusiaan, hingga geomorfologi. 

Dari ekspedisi ini, para peneliti menggali informasi mengenai sumber daya alam hayati dan non hayati di kawasan pulau-pulau tersebut. Total jarak perjalanan yang mereka tempuh yaitu sekitar 6.000 km. Hasil penelitian ini pun bisa dijadikan sebagai dasar dari berbagai kebijakan untuk mengelola pulau-pulau kecil terluar di Indonesia. Tak hanya itu, kita juga bisa loh mengenal lebih lanjut kedelapan pulau tersebut melalui film dokumenter bertajuk Ekspedisi Nusa Manggala: Kisah 8 Pulau Terluar. 

Gimana, menarik kan kedua ekspedisi ini? Dengan adanya ekspedisi-ekspedisi penelitian, kita jadi bisa tahu kekayaan alam apa saja yang terkandung di Tanah Papua. Siapa nih yang jadi tertarik untuk menjadi peneliti dan ikut ekspedisi penelitian berikutnya? Gak perlu menunggu lama-lama, kamu bisa loh mulai berlatih menjadi seorang peneliti dari sekarang! Misalnya adalah dengan mengikuti program Ilmuwan Muda Papua, di mana kamu bisa mengikuti workshop dan bootcamp sebagai persiapan penelitian, mendapat bimbingan dari pakar selama penelitian, hingga mempublikasikan hasil penelitian.

Berita lainnya

Copyright ©2022.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved