EcoStory

Econovation: Menjadi Pengusaha Solutif Menghadapi New Normal

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk kesehatan, ekonomi, sosial.  Dalam hal ini, tiga sektor yang terpengaruh oleh pandemi dan juga merupakan sektor-sektor yang erat kaitannya dengan pergerakan roda ekonomi adalah ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan. Siap tidak siap, setiap orang harus mampu beradaptasi dengan cepat pada era new normal.

Di sektor ketahanan pangan, pandemi berdampak pada penurunan daya serap hasil panen dan menumpuknya stok bahan pangan yang kemudian mempengaruhi penurunan harga di hilir. Bagi sektor pendidikan, para pelajar maupun pendidik harus beradaptasi dengan penerapan pembelajaran jarak jauh. Tak sedikit dari mereka yang mengalami kendala dalam menyediakan peralatan penunjang daring seperti smartphone atau komputer dan jaringan internet.

Baca juga: Pelatihan Konten Digital untuk Kampanye Hutan Adat di Malaumkarta

Sektor kesehatan adalah yang paling mengalami dampak signifikan. Meski program vaksinasi sudah mulai dilakukan, kasus COVID-19 hingga saat ini belum dapat dibendung dan masih terus bertambah. Penyediaan fasilitas dan peralatan kesehatan yang memadai masih menjadi kendala. Sektor kesehatan juga membutuhkan solusi pencegahan dan penanganan yang efektif untuk memperkecil penularan COVID-19.

Namun justru di ketiga sektor tersebut menjadi pintu masuk strategis untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi ini. Sektor-sektor tersebut memberikan peluang untuk bangkit. Inovasi dapat dilakukan dari sektor-sektor tersebut sebagai langkah adaptif sekaligus solutif. 

“Sektor pangan, pendidikan dan kesehatan menjadi penting untuk memastikan keberlangsungan dan perputaran ekonomi. Adanya inovasi pada ketiga sektor itu menjadi cara untuk membangun kembali ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, juga mendukung perbaikan ekosistem hutan dan laut,” ujar CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar.

Baca juga: Pendekatan Yurisdiksi dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan Berkelanjutan

Ketiga sektor itulah yang menjadi perhatian Yayasan EcoNusa bersama mitra untuk menginisiasi Econovation 2021. Program ini menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan inovasi bisnisnya pada tiga kategori tersebut, Ketahanan Pangan, Kesehatan Berbasis Komunitas dan Solusi Edukasi. Harapannya kaum muda bisa menjadi solusi terhadap permasalahan yang terjadi akibat pandemi COVID-19.

“Melalui Econovation yang diadakan perdana di tahun 2021 ini, kami ingin mendorong anak muda terutama yang berada di daerah dengan fasilitas terbatas, untuk menjadi pengusaha solutif dalam menghadapi era kenormalan baru. Diharapkan para wirausahawan muda Indonesia dapat mengembangkan inovasi mereka, terutama yang dapat mendukung keberlanjutan di ekosistem hutan dan laut, sekaligus mendukung program pemulihan ekonomi nasional,” papar Bustar lebih lanjut. 

Econovation terbuka untuk para wirausahawan muda di seluruh Indonesia yang berusia 18-35 tahun dan ingin mengembangkan ide bisnis yang kreatif, inovatif dan solutif untuk ekonomi yang berkelanjutan. Ide usaha dapat didaftarkan melalui Econovation 2021.

Baca juga: Hanya Cinta yang Memanas, Bumi Jangan

Periode pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2021. Dalam prosesnya, akan dilakukan penyaringan untuk memilih 15 kandidat dengan ide bisnis terbaik. Mereka akan mengikuti mentoring dan business matching bersama calon investor yang akan membantu dalam pengembangan inovasi bisnis. Dengan menginisiasi program Econovation, Yayasan EcoNusa dan para mitra mengajak kaum muda untuk membangun kembali perekonomian Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan!

Editor: Leo Wahyudi & V Arnila Wulandani

EcoBlogs Lainnya

Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved
Copyright ©2021.
EcoNusa Foundation
All Rights Reserved